Semalem nganterin mamiku potong dan keriting rambut di pasar deket rumah, lamanya nggak ketulungan. Dari rumah sekitar jam setengah lima sore, tau nggak pulangnya jam berapa ?????? sampai rumah hampir jam 9 malem ………… emang sih kita makan malem dulu di pasar, tapi aku itung-itung sekitar 3 jam an deh nungguin di salon. Bosen nungguin kita jalan-jalan kepasar, liat-liat barang dapur trus kita beli rujak juga. Waktu kayanya lambat banget, udah segala macem kita obrolin tapi mamiku belum selesai juga. Aku bilang sama Lita lain kali, habis kita anterin trus kita pulang lagi ke rumah istirahat dan jemput lagi setelah 3 jam. Sambil makan malem kita lihat orang pada nonton bola di TV, ternyata ada pertandingan Liga Inggris antara Liverpool vs Spurs. Rame banget yang nonton, aku juga langsung ikutan deh …he…he..he…
Hari ini kita ada “pesenan” 50 nasi bungkus buat gereja, mereka ada acara buat para pembantu Indonesia yang kerja di sini. Nggak peduli yang “Muslim” atau “Kristen” pokoknya asal orang Indonesia aja boleh ikutan. Mereka mau “outing” di West Coast Park, cuma ngumpul-ngumpul sambil ngobrol santai. Menu hari ini adalah nasi putih, semur daging, tumis buncis, tempe orak-arik dan sambel terasi. Mudah-mudahan makanan yang kita sediakan bisa sesuai dengan lidah mereka. Selamat bersantai dan menikmati makanannya yah mbak ………….
Hari ini kebaktian di gabung jam 12.30 siang, penutupan Bulan Keluarga. Banyak banget yang hadir, aku perhatiin kalau kebaktiannya siang dan di gabung kaya gini “jemaat” yang dateng lebih banyak dari biasanya. Mungkin orang juga pada males kalau ikut kebaktian pagi (jam 9 dan 11) atau mungkin juga karena “chapel” yang di pakai kecil jadi agak “sumpek” gitu, jadi kalau ada kebaktian siang banyak yang mau dateng karena kita pinjem “sanctuary” punya jemaat Inggris atau Chinese. Gereja Bukit Batok ini lagi berencana untuk “renovasi’, di masa mendatang jemaat Indonesia akn dapet tempat yang lebih besar dari yang sekarang (400 orang). Mungkin akan jadi lebih “lega” buat orang yang mau ikut kebaktian di sana. Aku doain semoga “renovasi” nya berjalan sesuai rencana, maju terus GPBB (Gereja Presbiterian Bukit Batok).
Showing posts with label Routine. Show all posts
Showing posts with label Routine. Show all posts
Sunday, September 24, 2006
Friday, September 22, 2006
Jumat, 22 September 2006
Seperti biasa jam 7 lewat 5 menit kita berangkat nganterin makanan, mamiku sama Minah masih di bawah blok (rumah) kita , lagi olah raga. Sekarang mamiku sudah “rutin” lagi olah raga, karena ada Minah yang nemenin. Di bawah blokku ada tempat untuk olah raga yang sengaja di bangun oleh pemerintah, ada kurang lebih 6 alat olah raga disana yang bentuk dan kegunaannya seperti yang ada di “gymnasium” modern. Memang nggak sebagus yang di “gym” tapi ok lah dari pada nggak ada sama sekali. Semenjak Minah sakit (operasi) mamiku nggak pernah lagi olah raga di bawah, badannya pada sakit katanya. Padahal dulu waktu baru pertama dateng, dia rajin banget, tiap hari jam 5.30 udah turun kebawah sama Minah untuk olah raga. Aku dan Lita kerja, udah gitu mesti nganterin makanan, jadi nggak bisa nemenin dia untuk olah raga. Seneng rasanya ngelihat mami sudah mulai olah raga lagi, mukanya kelihatan lebih segar dan kakinya yang sakit juga jadi baikan. Olah raga terus yah ……….. caiyooooo
Habis nganterin makanan ke salah satu customer kita, aku duduk nungguin Lita di bawah stasiun kereta (MRT) Bukit Batok. Duduk sambil ngelihatin orang yang berangkat kerja punya “kenikmatan” tersendiri yang susah di lukiskan dengan kata-kata ….he…he..he… (puitis banget). Macem-macem orang dengan pakaian yang beda, model rambut beda, raut muka beda dan gayanya pun beda-beda. Dari mulai yang seksi sampai yang “ancur”, dari mulai anak-anak sampai orang tua, dan masing-masing mereka punya urusannya sendiri-sendiri. Aku rasa kalau di buat “film” tentang keseharian orang-orang yang tinggal di sini, pasti bagus tapi mungkin juga ngebosenin, soalnya semuanya tuh serba “rutin”. Setiap hari aku berangkat kerja, hamper 90 persen orang yang aku ketemu di halte bus atau di stasiun kereta tuh sama. Sampai aku bisa kenal muka mereka, dan mereka juga kenalin aku. Bisa di bayangkan gimana rutinnya orang yang hidup di sini.
Hari ini kerjaan banyak, dari pagi sampai aku mau pulang masih ada kerjaan. Sampai bosen rasanya jawab telepon, udah gitu ada sedikit masalah dengan salah satu "instrument" (alat) untuk mengukur "density" dari sampel minyak hitam (fuel oil) yang masuk ke laboratorium hari ini. Padahal "client" sudah neleponin berkali-kali nanyain hasilnya gimana, sementara aku nggak bisa kasih karena memang belum selesai. Kebayangkan rasanya gimana, di kejar-kejar kerjaan. Untungnya kita ada alat lain yang bisa di pakai untuk mengukur density, tapi aku harus pinjem dari departement yang lain. Untungnya lagi alat itu lagi nggak di pake, jadi aku bisa pinjem sebentar. Pulangnya hampir ketinggalan bus, walaupun cape hari ini tapi besok nggak kerja. Hati rasanya nyaman banget, udah gitu besok rantangan juga libur....... hidup libur.
Habis nganterin makanan ke salah satu customer kita, aku duduk nungguin Lita di bawah stasiun kereta (MRT) Bukit Batok. Duduk sambil ngelihatin orang yang berangkat kerja punya “kenikmatan” tersendiri yang susah di lukiskan dengan kata-kata ….he…he..he… (puitis banget). Macem-macem orang dengan pakaian yang beda, model rambut beda, raut muka beda dan gayanya pun beda-beda. Dari mulai yang seksi sampai yang “ancur”, dari mulai anak-anak sampai orang tua, dan masing-masing mereka punya urusannya sendiri-sendiri. Aku rasa kalau di buat “film” tentang keseharian orang-orang yang tinggal di sini, pasti bagus tapi mungkin juga ngebosenin, soalnya semuanya tuh serba “rutin”. Setiap hari aku berangkat kerja, hamper 90 persen orang yang aku ketemu di halte bus atau di stasiun kereta tuh sama. Sampai aku bisa kenal muka mereka, dan mereka juga kenalin aku. Bisa di bayangkan gimana rutinnya orang yang hidup di sini.
Hari ini kerjaan banyak, dari pagi sampai aku mau pulang masih ada kerjaan. Sampai bosen rasanya jawab telepon, udah gitu ada sedikit masalah dengan salah satu "instrument" (alat) untuk mengukur "density" dari sampel minyak hitam (fuel oil) yang masuk ke laboratorium hari ini. Padahal "client" sudah neleponin berkali-kali nanyain hasilnya gimana, sementara aku nggak bisa kasih karena memang belum selesai. Kebayangkan rasanya gimana, di kejar-kejar kerjaan. Untungnya kita ada alat lain yang bisa di pakai untuk mengukur density, tapi aku harus pinjem dari departement yang lain. Untungnya lagi alat itu lagi nggak di pake, jadi aku bisa pinjem sebentar. Pulangnya hampir ketinggalan bus, walaupun cape hari ini tapi besok nggak kerja. Hati rasanya nyaman banget, udah gitu besok rantangan juga libur....... hidup libur.
Tuesday, September 19, 2006
Selasa, 19 September 2006
Pagi ini cuaca cerah, malah cenderung panas, matahari bersinar cerah sekali. Burung-burung berkicau menambah semarak suasana pagi …… he..he..he… kaya puisi yah ….
Hari yang indah, jadi semangat mau kerja. Semalem aku di “kerokin” lagi, biasa lah masuk angin. Habis di kerok aku tidur enak banget, badan rasanya enteng dan pegel-pegelnya langsung hilang. Cara pengobatan yang “ajaib”, murah meriah …… kata orang Jakarta. Pagi ini habis sarapan, minum panadol lagi, biar sembuh beneran kata Lita.
Kantor hari ini lebih “meriah” dari kemaren, masih ada juga sih yang nggak masuk, tapi suasananya beda aja. Sebagian besar temen kantorku kelihatan lebih ceria dan bersemangat, mungkin cuaca yang cerah membuat mereka begitu. Hari ini ada “meeting” untuk membahas pembagian “shift” (group), laboratoriumku kerja 24 jam sehari, 365 hari setahun nggak pernah berhenti. Mau tanggal merah kek, hari besar kek, bahkan hari kemerdekaan Singapura ajah kita tetap kerja. Kasihan juga aku ngeliatin orang-orang yang kerja “shift”, kadang hari Minggu juga harus kerja dan liburnya nggak tentu. Tapi kantor kasih “kompensasi” cukup besar buat yang kerja kaya gitu. Tapi aku nggak tahu kenapa, ada banyak “lab. Technician” yang berhenti kerja. Kebanyakan bilang nggak tahan (kecapean), ada juga yang bilang gaji kurang dan ada juga yang mau nerusin sekolah lagi. Itu kenapa kita lagi ada masalah dengan tenaga kerja, hampir 50 persen yang kerja sekarang “orang baru”. Bayangkan, kemampuan orang baru untuk kerja jauh banget di bandingkan dengan yang sudah pengalaman. Mereka masih perlu “training” dan pengalaman gimana cara “handle” sampel yang berbeda-beda. Sekarang kita mau rubah jadi 8 jam kerja, supaya mereka nggak terlalu cape dan bosen. Kita punya cukup orang untuk itu, tapi nggak yakin akan berjalan dengan baik karena sebagian yang kerja nanti tuh masih baru selesai “training”. Yah di jalanin dulu aja kata “boss” kita lihat perkembangannya nanti.
Sampai di rumah jam 5.30 an, nonton drama di TV sama mamiku. Ceritanya bagus, tentang kehidupan sebuah keluarga orang Singapura dengan segala macam permasalahannya. Pokoknya jadi pengen nonton terus, drama ini di putar tiap hari mulai jam 5.30 sampai jam 6.30 sore. Lita juga suka, tapi susah buat dia untuk nonton. Dia pulang dari kantor aja jam 6 sore, cuma kalau lagi nggak kerja aja dia bisa nonton. Biasanya dia tanya aku gimana cerita hari ini, trus aku certain deh…. Kalau ada yang jual cd atau dvd nya pasti aku beli, biar Lita bisa nonton juga …….
Hari yang indah, jadi semangat mau kerja. Semalem aku di “kerokin” lagi, biasa lah masuk angin. Habis di kerok aku tidur enak banget, badan rasanya enteng dan pegel-pegelnya langsung hilang. Cara pengobatan yang “ajaib”, murah meriah …… kata orang Jakarta. Pagi ini habis sarapan, minum panadol lagi, biar sembuh beneran kata Lita.
Kantor hari ini lebih “meriah” dari kemaren, masih ada juga sih yang nggak masuk, tapi suasananya beda aja. Sebagian besar temen kantorku kelihatan lebih ceria dan bersemangat, mungkin cuaca yang cerah membuat mereka begitu. Hari ini ada “meeting” untuk membahas pembagian “shift” (group), laboratoriumku kerja 24 jam sehari, 365 hari setahun nggak pernah berhenti. Mau tanggal merah kek, hari besar kek, bahkan hari kemerdekaan Singapura ajah kita tetap kerja. Kasihan juga aku ngeliatin orang-orang yang kerja “shift”, kadang hari Minggu juga harus kerja dan liburnya nggak tentu. Tapi kantor kasih “kompensasi” cukup besar buat yang kerja kaya gitu. Tapi aku nggak tahu kenapa, ada banyak “lab. Technician” yang berhenti kerja. Kebanyakan bilang nggak tahan (kecapean), ada juga yang bilang gaji kurang dan ada juga yang mau nerusin sekolah lagi. Itu kenapa kita lagi ada masalah dengan tenaga kerja, hampir 50 persen yang kerja sekarang “orang baru”. Bayangkan, kemampuan orang baru untuk kerja jauh banget di bandingkan dengan yang sudah pengalaman. Mereka masih perlu “training” dan pengalaman gimana cara “handle” sampel yang berbeda-beda. Sekarang kita mau rubah jadi 8 jam kerja, supaya mereka nggak terlalu cape dan bosen. Kita punya cukup orang untuk itu, tapi nggak yakin akan berjalan dengan baik karena sebagian yang kerja nanti tuh masih baru selesai “training”. Yah di jalanin dulu aja kata “boss” kita lihat perkembangannya nanti.
Sampai di rumah jam 5.30 an, nonton drama di TV sama mamiku. Ceritanya bagus, tentang kehidupan sebuah keluarga orang Singapura dengan segala macam permasalahannya. Pokoknya jadi pengen nonton terus, drama ini di putar tiap hari mulai jam 5.30 sampai jam 6.30 sore. Lita juga suka, tapi susah buat dia untuk nonton. Dia pulang dari kantor aja jam 6 sore, cuma kalau lagi nggak kerja aja dia bisa nonton. Biasanya dia tanya aku gimana cerita hari ini, trus aku certain deh…. Kalau ada yang jual cd atau dvd nya pasti aku beli, biar Lita bisa nonton juga …….
Monday, September 18, 2006
Sendu (Bukannya Senang Duit!!!)
Cuaca hari ini masih mendung, hujan gerimis turun waktu aku sampai di kantor. Dingin banget deh rasanya begitu masuk ke dalam laboratotium. Badanku rasanya “nggak enak”, pada pegel-pegel, kecapean kali. Untung udah minum “panadol” tadi sebelum berangkat ke kantor, jadi sekarang udah berasa enakan. Banyak orang yang nggak masuk kerja hari ini, ada yang cuti, sakit dan ada juga yang nggak masuk karena harus jagain bapaknya yang masuk “ICU”. Kantor jadi kelihatan sepi, udah cuacanya mendung tambah hujan gerimis lagi makin “sendu” rasanya kerja hari ini.
Semalam Liverpool kalah 1-0 dari Chelsea, “gregetan” rasanya semalem waktu nonton pertandingannya. Ada peluang untuk menciptakan “goal” tapi di sia-siakan oleh para pemainnya, tapi sebagai pendukung sejati aku mesti tetap berharap di pertandingan mendatang mereka bisa main lebih bagus lagi. Biasanya kalau tim ini menang, besokannya aku dan beberapa orang temen kantor yang mendukung Liverpool akan pakai kaos Liverpool untuk merayakannya. Tapi kalau kalah kaya gini kan malu yah kalau kita pakai hari ini ……… nanti di ketawain orang. Udah gitu seperti biasa, temenku yang mendukung Chelsea kirim “SMS” dengan nada mengejek gitu ….. jadi tambah bosen deh rasanya …… hidup bosen !!!!
Sudah setengah hari kerja, tapi masih santai karena cuma sedikit banget sampel yang masuk untuk di “analisa”. Kalau sampai sore kaya gini, nggak tahu gimana caranya bikin mata tetap terbuka terutama habis makan siang nanti ……… ???
Akhirnya ada kerjaan, hari ini ada “shipment” jet fuel (bahan bakar pesawat terbang) untuk “Changi Airport” (lapangan terbang di Singapore). Jadi aku mesti siapin reportnya dan langsung “fax” ke Changi terminal sebelum kapal tankernya sampai di sana, kalau nggak mereka nggak mau terima “cargo” nya.
Pulang hampir ketinggalan bus, lari-lari sampai semua orang pada ngeliatin dari dalam bus, soalnya mereka udah nungguin lumayan lama. Masih mendung, buru-buru pulang sebelum hujan turun. Hari ini bawa pulang “moon cake”, ada temen kantor yang jualan jadi “support” dikit gitu…….. Di sini kalau lagi musim kue bulan, banyak banget modelnya. Dari yang paling murah sampai yang mahal banget, dari yang halal sampai yang nggak halal juga ada. Pokoknya kita di buat kebingungan, mana yang mau di beli, udah gitu lain toko kasih lain “discount” …. Tuh kan jadi tambah bingung kan ?????
Semalam Liverpool kalah 1-0 dari Chelsea, “gregetan” rasanya semalem waktu nonton pertandingannya. Ada peluang untuk menciptakan “goal” tapi di sia-siakan oleh para pemainnya, tapi sebagai pendukung sejati aku mesti tetap berharap di pertandingan mendatang mereka bisa main lebih bagus lagi. Biasanya kalau tim ini menang, besokannya aku dan beberapa orang temen kantor yang mendukung Liverpool akan pakai kaos Liverpool untuk merayakannya. Tapi kalau kalah kaya gini kan malu yah kalau kita pakai hari ini ……… nanti di ketawain orang. Udah gitu seperti biasa, temenku yang mendukung Chelsea kirim “SMS” dengan nada mengejek gitu ….. jadi tambah bosen deh rasanya …… hidup bosen !!!!
Sudah setengah hari kerja, tapi masih santai karena cuma sedikit banget sampel yang masuk untuk di “analisa”. Kalau sampai sore kaya gini, nggak tahu gimana caranya bikin mata tetap terbuka terutama habis makan siang nanti ……… ???
Akhirnya ada kerjaan, hari ini ada “shipment” jet fuel (bahan bakar pesawat terbang) untuk “Changi Airport” (lapangan terbang di Singapore). Jadi aku mesti siapin reportnya dan langsung “fax” ke Changi terminal sebelum kapal tankernya sampai di sana, kalau nggak mereka nggak mau terima “cargo” nya.
Pulang hampir ketinggalan bus, lari-lari sampai semua orang pada ngeliatin dari dalam bus, soalnya mereka udah nungguin lumayan lama. Masih mendung, buru-buru pulang sebelum hujan turun. Hari ini bawa pulang “moon cake”, ada temen kantor yang jualan jadi “support” dikit gitu…….. Di sini kalau lagi musim kue bulan, banyak banget modelnya. Dari yang paling murah sampai yang mahal banget, dari yang halal sampai yang nggak halal juga ada. Pokoknya kita di buat kebingungan, mana yang mau di beli, udah gitu lain toko kasih lain “discount” …. Tuh kan jadi tambah bingung kan ?????
Sunday, September 17, 2006
Minggu pagi, masih mendung tapi kita mesti ke pasar juga. Belanja untuk keperluan masak satu minggu ke depan. Udara di luar lumayan dingin, berasa kaya di “puncak” deh. Kita ke pasar sekitar jam 6.30 pagi, tapi suasana masih gelap kaya masih jam 5 an mungkin karena mendung jadi sinar mataharinya nggak kelihatan. Hari ini belanjaan banyak banget, sampe “gerobak” dan “gantungan” penuh sama barang belanjaan. Orang-orang yang ngelihat kita seperti biasa pada “takjub”, dengan muka yang bingung mereka ngeliatin kita.
Kita ke gereja sekitar jam 10.30 pagi, hari ini Minah ikutan. Dia bilang udah lama nggak ke gereja dan dia ngerasa kakinya udah nggak sakit lagi kalau jalan. Seneng juga ngelihat dia mau dateng ke gereja, nggak ngerasa malu dengan semua jahitan bekas operasinya. Dia kelihatan seneng juga, ketemu sama orang gereja dan temennya (pembantu temenku). Hari ini aku bisa santai sedikit, habis “kebaktian” minum teh atau kopi sambil ngobrol di ruang tempat “ramah-tamah’. Di sini udah biasa kalau selesai kebaktian kita ngobrol-ngobrol, tukar informasi, cerita tentang macem-macem dari dunia sampai Indonesia. Di sini banyak ‘bapak-bapak” yang kerjanya sering “traveling”, ada yang travel di Asia ada juga yang ke Eropa.
Pulang dari gereja kita masak, Lita bilang udah lama kita nggak masak sama-sama. Memang dulu waktu mamiku belum tinggal dengan kita disini, setiap hari kita masak berdua. Masak apa aja yang kita mau, yang pasti yang ada bahannya di dalam “kulkas”. Mungkin Lita “kangen” sama rasa masakan buatanku, atau dia kangen sama ke bersamaannya. Cara masak mamiku mungkin kurang sesuai dengan lidah kita, jadi kadang-kadang kita mau masak cara kita dan semau kita …..he…he..he… pokoknya bebas.
Malem ini ada 2 pertandingan bola yang harus di “tonton”, Liverpool vs Chelsea dan Manchester United vs Arsenal. Aku suka nonton bola, dan aku salah seorang pendukung Liverpool. Masalahnya belakangan ini prestasi Liverpool merosot, maennya jelek, kerjasamanya kurang bagus, nggak tahu deh malem ini bisa menang nggak yah …..
Kita ke gereja sekitar jam 10.30 pagi, hari ini Minah ikutan. Dia bilang udah lama nggak ke gereja dan dia ngerasa kakinya udah nggak sakit lagi kalau jalan. Seneng juga ngelihat dia mau dateng ke gereja, nggak ngerasa malu dengan semua jahitan bekas operasinya. Dia kelihatan seneng juga, ketemu sama orang gereja dan temennya (pembantu temenku). Hari ini aku bisa santai sedikit, habis “kebaktian” minum teh atau kopi sambil ngobrol di ruang tempat “ramah-tamah’. Di sini udah biasa kalau selesai kebaktian kita ngobrol-ngobrol, tukar informasi, cerita tentang macem-macem dari dunia sampai Indonesia. Di sini banyak ‘bapak-bapak” yang kerjanya sering “traveling”, ada yang travel di Asia ada juga yang ke Eropa.
Pulang dari gereja kita masak, Lita bilang udah lama kita nggak masak sama-sama. Memang dulu waktu mamiku belum tinggal dengan kita disini, setiap hari kita masak berdua. Masak apa aja yang kita mau, yang pasti yang ada bahannya di dalam “kulkas”. Mungkin Lita “kangen” sama rasa masakan buatanku, atau dia kangen sama ke bersamaannya. Cara masak mamiku mungkin kurang sesuai dengan lidah kita, jadi kadang-kadang kita mau masak cara kita dan semau kita …..he…he..he… pokoknya bebas.
Malem ini ada 2 pertandingan bola yang harus di “tonton”, Liverpool vs Chelsea dan Manchester United vs Arsenal. Aku suka nonton bola, dan aku salah seorang pendukung Liverpool. Masalahnya belakangan ini prestasi Liverpool merosot, maennya jelek, kerjasamanya kurang bagus, nggak tahu deh malem ini bisa menang nggak yah …..
Subscribe to:
Posts (Atom)