Wednesday, July 18, 2007

"Sopir Taksi Kupret"

Hari aku bawa dua tas (satu tas kerjadan satu lagi tas tempat raket dan sepatu untuk maen bulutangkis) repot banget rasanya, apalagi nggak dianterin sama istri tersayang yang lagi jauh di sana. Sekarang setiap pagi mesti jalan ke halte bus, trus turun di stasiun kereta (MRT) trus naik MRT ke Jurong East tempat bus jemputan nunggu. Nggak tahu kenapa, rasanya “berat” banget untuk bangun pagian, jalan ke halte bus, dan naik MRT, padahal dulu sebelum ada “si merah” aku kan jalan kaki juga setiap hari. Di perjalanan aku mikir, mungkin karena udah keenakan setiap hari dianterin sama Lita, nggak perlu cape-cape jalan cuma tinggal duduk doang mangkanya jadi “males” begini. Kadang ada bagusnya juga sih kaya begini, hidupku jadi nggak “ngebosenin”, ketemu macem-macem orang, lari-lari ngejar bus, banyak lagi deh……… pokoknya “hidup”ku ini jadi lebih “hidup”…he…he…he…

Pulang kerja kita langsung ke Tanjong Pagar Comunnity Centre untuk main bulutangkis, untungnya ada temen yang punya mobil jadi bisa numpang ke sana. Sekitar jam 8 malem kita pulang, awalnya mau naik taksi tapi nggak ada taksi yang “ngangkut” kita padahal taksinya kosong. Sebel banget rasanya, mereka (sopir taksi) mau kita booking lewat telepon karena ada booking fee-nya. Mereka nggak pernah mikir, kalau yang berdiri dipinggir jalan itu salah seorang keluarga yang sangat membutuhkan taksi untuk pergi ke rumah sakit atau dokter trus nggak dapet taksi. Padahal di televisi atau koran mereka selalu “komplen” nggak cukup penumpang (penghasilan kurang), sebenernya mereka sendiri yang “jahat”. Akhirnya kita putusin naik MRT saja, untung ada stasiun yang deket jadi bisa jalan kaki. Sampe rumah udah jam sembilanan, mandi, trus makan. Sekitar jam sepuluh bikin report untuk Changi Airport, trus langsung tidur…..zzzzzz….zzzz….zzzzz….

Tuesday, July 17, 2007

"Di tinggal pergi"

Alarm di handphonenya Lita bunyi jam 3.30 pagi, kaget juga rasanya. Hari ini Lita, papih dan adiknya berangkat ke china (Guangzhou), mereka naik pesawat jam 6.20 pagi. Karena jarak dari rumahku ke Changi lumayan jauh (setengah jam kalau naik mobil), mangkanya mesti bangun pagian biar sempet mandi dan sarapan sebelum berangkat. Mami sama Minah juga udah bangun, mungkin mereka juga nggak bisa tidur karena takut yang mau berangkat terlambat bangun. Sedih juga rasanya, ini pertamakali aku “ditinggal pergi” sejak aku menikah dengan Lita. Biasanya aku yang “ninggalin” dia karena ada tugas dari kantor. Sekarang jadi terbalik, dia yang ninggalin aku ….hik….hik…hik….. Khawatir sih nggak, karena perginya-kan nggak sendiri tapi ditemenin sama papih dan adik laki-lakinya. Cuma ada perasaan “kehilangan” gitu …….. pokoknya ……… begitu deh ……. Susah ngejelasinnya ……. kalian pasti tahu kan…… jadi malu…….uuuuuhhhuuuuuiiiii….

Jam 11 aku terima “SMS” dari Lita, dia sudah sampai di Guangzhou. Seneng banget mereka sudah sampai dengan selamat, mudah-mudahan mereka bisa enjoy selama mereka tinggal di sana. Kebetulan Lita punya temen baik (jaman sekolah doeloe) yang tinggal di Guangzhou, jadinya nggak perlu tinggal di hotel karena kebetulan lagi temennya ini punya dua rumah yang berdekatan. Dulu waktu kita menikah di Jakarta, dia dateng juga lho menghadiri resepsi pernikahan kita. Jauh-jauh dari Guangzhou cuma untuk menghadiri pernikahan kita…ccckkk…ccckkk…ccckkk….salut yah…..terima kasih “teman”…

Monday, July 16, 2007

Senin, 16 Juli 2007

Pagi ini badan berasa nggak enak, kepala juga agak pusing. Padahal semalem aku udah minum obat sebelum tidur dan berharap pagi ini bangun “seger” siap untuk kerja lagi. Dengan “terpaksa” aku pergi kerja juga, soalnya hari Senin tuh pasti banyak kerjaan “tumpahan” dari hari Sabtu dan Minggu. Selesai beresin rantangan kita sarapan trus minum obat lagi dan berangkat kerja.

Hari ini waktu kok berasa lambat bener jalannya, pengen buru-buru pulang dan minta “dikerokin” sama Lita. Buat aku sih biasanya kalau udah “kerokan” pasti langsung “jreng” lagi, maklum sudah kebiasaan dari “doeloe” kali yeee……

Pulang kerja seperti biasa dijemput Lita di Jurong East, tapi bedanya kali ini mertua dan adik iparku juga ikutan jemput. Dari sana kita pergi ke pasar deket tempat kita ngontrak dulu (daerah jurong deket Lake Side MRT) rencananya sih mau beliin “duren” buat mertua. Ehh dia nggak mau, padahal kita udah jauh-jauh ke sana…..hik….hik….hik…….

Sunday, July 15, 2007

Minngu, 15 Juli 2007

Badanku rasanya “remuk” tapi nggak tahu kenapa mata ini nggak mau diajak tidur lagi. Semalem kita tidur sekitar jam 3 pagi, soalnya habis jemput mertua di Changi kita pergi ke Bukit Timah untuk makan “roti prata” dan minum teh. Rencananya sih mau bangun siangan (semua keperluan untuk katering udah kita beli kemaren), tapi baru jam setengah tujuh pagi kita udah bangun dan nggak bisa tidur lagi. Mungkin karena udah jadi kebiasaan setiap hari minggu, kita pergi ke pasar untuk belanja atau cuma untuk minum teh dan “ngobrol” berduaan, mangkanya mata ini nggak mau diajak kompromi. Keluar dari kamar kita duduk nonton TV dan ngobrol di ruang tamu. Minah sama mamiku udah bangun, dan mereka lagi nyiapin “soto ayam” buat sarapan kita pagi ini. Mmmmmmhhhhhhh baunya enak banget, jadi laper neehhhhh…….

Jam sebelas siang kita ke gereja barengan, hampir terlambat karena adiknya Lita bangun kesiangan. Pulang dari gereja habis makan siang kita sempet tidur sebentar, trus sekitar jam lima-an kita mincing udang di Lake Side fishing Village (kebetulan kita masih punya kupon untuk mancing selama satu setengah jam). Mertuaku tuh dari dulu memang senang kegiatan kaya begini (outdoor), nggak cuma mancing tapi banyak kegiatan lainnya yang berhubungan dengan alam terbuka (dapet bocoran dai Lita…he…he…he…). Tapi aku sih udah bisa nebak, soalnya kalau “ngobrol” sama aku tuh nyambung terus kaya rel kereta api …….he…he..he…..