Saturday, October 13, 2012

Let's Taste a Bit of Vietnam : Pho ala Bebek

Dulu kala,....jaman Yayang dan Bebek masih hidup cukup susah nerimain rantangan harian, ada salah satu keluarga yang sangat berterima kasih ke kami berdua....bahkan sampe sekarang pun, mereka selalu bilang ke orang, kalau mereka dulu sangat terbantu dengan adanya catering Dapoer Bebek, dan menyesali kenapa sekarang udah tidak ada catering harian lagi.

Suatu kali, mereka mengundang kami untuk diajak makan malam, sebagai ucapan terima kasih mereka.
Yayang dan Bebek yang saat itu belum punya si upik pun dijemput mereka, dan diajak ke daerah Holland Village, yang cukup terkenal sebagai tempat nongkrong kalangan elit.
Ternyata restoran yang dipilih adalah restoran Vietnam Pho Hoa. Setahu bebek, dulu di Jakarta ada juga Pho Hoa,...tapi kemudian tutup.
Brubung kami tidak ngerti apa-apa, kami pun hanya ngikut saja orderan yang empunya hajat supaya gag keliatan kampungan.
Ternyata yang diorder adalah Pho, fried spring roll, dan spring roll basah, dan sejak saat itu,..kami berdua jatuh cinta dengan Vietnam food.

Dipacu kecintaan kami pada Vietnam food pula, sampai akhirnya suatu saat kami memilih Saigon sebagai destinasi liburan kami. Bahkan sampai ada Trip Part II ke Northern Vietnam (Hanoi dsk), dan kami masih belum puas lagi menjelajahi Vietnam.

Brubung makan di Pho Hoa cukup mahal menurut ukuran kami yang pelit ini,.... kami berdua hobi masak,....kami pun mencari tahu resep membuat Pho, dan inilah resep Pho ala Bebek :

Bumbu oseng :
- satu sendok teh fennel seeds (kalau lihat di google,....katanya di Indonesia = jintan? tapi bebek lihat bentuk dan warna sedikit lain sih,...)
- satu sendok star anise
- satu sendok teh coriander (ketumbar)
- satu sendok teh cardamom pods (gag tau bahasa Indonesianya apa)
- satu batang cinnamon, (kayu manis)
- 5-8 buah clove (bunga cengkeh), boleh lebih bila suka


Semua bumbu oseng dimasukkan dalam kantung khusus, dicampur sebatang jahe 5cm yg sdh dikeprek.

Tulang sapi direbus dengan 4 liter air,.....(Bebek buang air rebusan pertamanya ), kemudian masukan 2 buah bawang bombay yang sudah dibelah dua, dan juga kantung bumbu, tambahkan gula batu, 100cc kecap ikan, biarkan selama minimum 2 jam, setelah api dimatikan, tambahkan daun bawang besar.

Sementara menunggu sup pho matang, siapkan rice stick (semacam bihun, tapi lebih besar besar), seduh dengan air mendidih sampai mencapai keempukan yang diinginkan.



Kemudian siapkan semua sayuran, yang biasanya terdiri dari tauge, daun mint, kemangi, daun bawang dan juga jeruk nipis (kalau di Vietnam, daunnya lebih beraneka ragam lagi,... wanginya beraneka macam, dan enak-enak semua). Lalu jangan lupa cincang sedikit cabe rawit merah.

Biasanya juga Pho disajikan dengan daging sapi yang diiris tipis-tipis,.....tapi kali ini Bebek gag pake, jadi ini dia penampakan akhir Pho ala Bebek kemarin :
Selamat menikmati!












Saturday, August 25, 2012

Interesting Facts About Singapore - Part I

Taken from : BRIDGE, a publication of the south west Community Development Council

The vocabulary of Singlish consists of words originating from English, Malay, Hokkien, Teochew, Cantonese, Tamil, Bengali, Punjabi and a large extent various other languages. singlish syntax resembles southern varieties of Chinese.

Bukit Batok Hill is also a site of historical significance. A Japanese war memorial, Syonan Chureito, was built on the hill as a memorial to Japanese soldiers. Nearby was another memorial for the Allied forces. The Japanese demolished both memorials and all that is left today are two pillars and a flight of stairs.

At 160 ha, Bukit Timah Nature Reserve is the largest contiguous forest in Singapore. It contains over 840 species of the flowering plants, more than one-third of Singapore's documented plant diversity. There are also over 100 fern species discovered in the reserve, out of a total of 170 ferns known to botanists here.

The flying fox, the world's largest bat with a wingspan of up to 1.5 metres, can be found on Pulau Ubin, one of the islands off mainland Singapore.

The concept of Jurong Bird Park was conceived in 1968. During a World Bank meeting in Rio de Janeiro, Dr. Goh Keng Swee, the Singapore's Minister for Finance, visited a zoo with a free-flight aviary. He was so impressed that he felt inspiredto create a similar attraction for Singaporeans to enjoy nature.

The creation of Jurong, Singapore's main industrial area, has to be credited to the vision of former finance minister, Dr. goh Keng Swee. Once a swampy, forested area,eleven hills in the areahad to be levelled to provide earth to fill in the swamps and the Jurong River. The project was initially nicknamed "Goh's Folly" because of the sky high infrastructure costs but by the 1970s, it had already grown to become a centre of activity for the country.

Choa Chu Kang got its name after the Choa family who controlled that portion of Kranji River. In the past, villages along rivers were named after the family controlling that part of the river ang the Hokkien term for village headman was "kang chu". The earliest settlers were pepper and gambier farmers, and they were later jained by pineapple, rubber and coconut planters.

Before 1972,Sentosa was called Pulau Blakang Mati, which means "behind death" in Malay, possibly as a reference to its early days as a site of pirate activities. It was renamed Sentosa which means "peace and tranquility" in Malay after the Government decided to transform it into a recreational island.

Wednesday, August 22, 2012

Kelong Trip 18-20 Agustus 2012

Iya, Bebek tau masih hutang laporan perjalanan China bulan Juni kemarin,....
 Mohon mangap, sementara dilongkap dulu ya,...secara perjalanan China banyak tempat dan kejadian yang harus diceritain,...:)

Sekarang yang diceritain perjalanan lebaran dulu yah,....
Brubung Singapur pelit sekali sama tanggal merah, alias hari libur,....jadinya kami cuma bisa iri sama teman-teman di Indonesia yang bisa libur panjang kalau libur lebaran deh...
Lebaran 2012 di Singapur jatuh hari Minggu tanggal 19 Agustus, dan untungnya pemerintah nyadar juga kalau udah pelit sama tanggal merah, jadinya apabila ada hari besar yang jatuh di hari Minggu,...maka hari Senin ditetapkan sebagai hari libur.. buat nggantiin hari libur tersebut.

Perjalanan dimulai Sabtu jam 6 pagi, diawali dengan doa bersama.....4 mobil dengan plat nomor Singapore mulai keluar dari daerah Bukit Batok,.....
Imigrasi Singapur dan Malaysia masih belum terlalu penuh,......jadi dalam waktu 45 menit, kami sudah memasuki wilayah Johor,...dan sempat sedikit bingung karena jalan sedikit berbeda. Iya, Malaysia tuh maju sekali loh,... pembangunan jalan tol cepat selesai,...jalanan mulus dan gede-gede,....nggak seperti di tanah air, yang pembangunan jalan tumpang tindih,....jalan bolong-bolong, dan semua sempit sempit karena keterbatasan lahan,...ahhhhhh susah deh kalo ngomongin tanah air mah,.....bawaannya kesel dan senewen terus!
Setelah 4 mobil berkumpul kembali, dan si Yayang puas numpang nyetor di restoran,....perjalananan pun dilanjutkan. 
 Perhentian pertama adalah tea break di Old Town Coffee,......



 Kemudian perhentian kedua adalah early lunch di Bakut Teh Kota Tinggi,...gile rame bangetttt sampai-sampai kami harus berdiri di meja orang yang sudah hampir selesai,.....supaya nggak keduluan orang lain :)


Jam 12.30, akhirnya sampai juga kami di Tanjung Resang Jetty,......

 


 Semua barang diturunkan dari mobil,.....kemudian kami naik boat selama 30 menit menuju Kelong tempat kami menginap. Buat teman-teman yang belum tau,...Kelong adalah rumah di tengah laut,......biasanya dipakai untuk memelihara ikan, memancing dsb.

Enaknya liburan di kelong,....perut tidak akan pernah kosong....harga yang kami bayar, sudah termasuk makan enam kali sehari,....
 Kami ber empat belas,......tidur dalam satu cabin,.....udah gag bisa jaim lagi dah,....dan Bebek cuma bisa berdoa supaya gag ada yang iseng rekam suara ngoroknya Bebek,.....






 Di hari kedua, kami pergi island hoping,...mengunjungi satu pulau kecil dengan menggunakan fibre boat....
Anak-anak berenang, bermain pasir, dan mencari hermit crab, si Yayang dan Jonatan sibuk dengan pancing masing-masing,....dan kami bercengkrama di pantai sambil foto-foto narsis......

Hari ketiga, saatnya pulang...semuanya bermuka gembira,.....satu kebersamaan lagi telah kami lalui.....