Saturday, March 17, 2007

Sabtu, 17 Maret 2007

Nggak ada bulutangkis hari ini  yang booking bilang nggak dapet lapangan semuanya sudah penuh. Mungkin karena terlambat bookingnya, di Singapura tuh orang-orangnya berusaha untuk hidup sehat. Kebanyakan setiap “weekend” mereka berusaha untuk berolahraga, selain supaya stamina bisa terjaga dengan baik mereka percaya kalau olagraga tuh bisa menurunkan kadar “stress” kita. Tinggal dan bekerja di Singapura memang bikin kita jadi “senewen”, semuanya serba cepat dan nggak boleh bikin salah. Kesalahan kecil saja bisa berakibat kehilangan pekerjaan, udah gitu pola pikir Singaporean yang “kay-poh” (suka ikut campur urusan orang) bisa bikin kita jadi tambah “stress”.

Pagi-pagi ke pasar, kali ini mamiku juga ikutan. Dari pada di rumah sendirian (Minah masih di rumah sakit) mendingan dia ikutan kita sambil lihat-lihat suasana pasar di pagi hari. Nggak sengaja ketemu sama temen yang ke pasar yang sama bersama dengan ibunya, akhirnya setelah selesai belanja kita duduk sama-sama sambil minum teh dan ngobrol-ngobrol. Mamiku dan maminya temen ngobrol macem-macem, mulai dari situasi Jakarta (dua-duanya kan baru balik dari Jakarta) sampai masalah kesehatan yang mereka rasakan karena umur yang sudah menua. Nggak terasa sudah hampir jam setengah sembilan, acara ngobrolpun “bubar” dan kita pulang ke rumah masing-masing.

Sore ada acara persekutuan di gereja, setelah acara makan malam bersama di gereja kita lanjutin dengan acara makan “durian” di rumah salah seorang teman kita. Beli durian dari Geylang, mahal karena lagi nggak musim kali. Ternyata harga yang “mahal” tidak menjamin rasa yang enak, dari semua durian yang kita makan durian dengan harga yang paling murah yang punya rasa yang paling enak. Jangan selalu percaya dengan harga dan penampilan “luar” apa isi di dalam tidak ada yang tahu.

No comments:

Post a Comment